Nabi Adam As, Khalifah Pertama

 Siapa yang tidak kenal dengan nabi Adam. Dalam kitab suci Al-Qur’an, disebutkan bahwa manusia sekaligus nabi pertama di muka bumi adalah Nabi Adam AS. Nabi Adam adalah orang pertama yang diciptakan oleh Allah SWT.

Mengingatkan akan tugas utama manusia sebagai khalifah merupakan perkerjaan dakwah yang utama.  Apalagi ditengah zaman ini manusia banyak yang lupa akan tujuannya hidup didunia ini. Belum lagi adanya kriminalisasi terhadap khilafah. Padahal khalifah itu adalah orangnya, dan sistemnya adalah khilafah. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan ibarat seperti mata wang yang memiliki dua sisi.

Dalam buku ‘Kisah Para Nabi’ karangan Ibnu Katsir dijelaskan bahwa, Allah mengabarkan, Ia berbicara kepada para malaikat.

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat. Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. (Qs. Al Baqarah : 30).

Wahai manusia, andalah yang bertanggung jawab di muka bumi. Dulu bapak kalian Adam as, juga memikul beban itu. Orang-orang yang jauh dari Allah dan menyimpang dari manhajnya tidak layak menjadi penanggung jawab bumi. Sebab penanggung jawab bumi yang pertama kali adalah bapak manusia, Nabi Adam As.

Coba perhatikan, sesungguhnya komentar dan pertanyaan para malaikat, bukan untuk mengingkari hukum Allah (Na’udzubillah). Akan tetapi sebagai wujud kekhawatiran mereka akan terjadinya proses pergantian. Juga sebagai penjelasan bahwa mereka tidak akan mengerjakan sesuatu yang membuat Allah murka. Sebab setiap saat mereka bertasbih dan beribadah.

Oleh karena itu, Allah Swt, menjawab mereka dengan firman-Nya.

إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (Qs. Al Baqarah : 30).

Persiapan Menjadi Khalifah

Allah Swt mengajarkan teknologi kehidupan kepada Nabi Adam As. Allah Swt berfirman :

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya.” (Qs. Al Baqarah : 31).

Apa maksudnya? Maksudnya adalah Allah Swt mengajarkan kepada Adam As –jika boleh meminjam istilah- teknologi kehidupan yaitu nama-nama seluruh makhluk, peran, dan tugas mereka. Mulai dari Matahari, bulan, laut, pepohonan, dan buah-buahan.

Ayat itu juga dapat dipahami sebagai peringatan buat kaum mukminin, agar tidak mempunyai anggapan bahwa mereka dapat memimpin di muka bumi, tanpa mengetahui bagaimana cara mengaturnya.

Oleh karena itu, sekilah Allah menyebutkan hal itu dalam ayat 22:

“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (Qs. Al Baqarah : 22)

Dalam ayat ini Allah Swt, menjelaskan kepada kita perangkat-perangkat yang mesti dipersiapkan untuk memimpin, yaitu pemanfaatan bumi, langit dan tanaman. Ini juga menjadi peringatan bagi kaum mukminin. Agar tidak memahami islam sebatas shalat dan puasa saja. Mereka harus mengetahui cara mengelola kehidupan dan memakmurkan bumi.

Sebab Allah Swt telah mengajarkan kepada Adam As cara mengelola bumi. Dengan demikian dia paham bahwa memakmurkan bumi tidak hanya dengan ibadah ritual saja, tetapi juga dengan pengelolaan kehidupan dan teknologi. (Amru Khalid, Khawatir Qur’aniyah Nazharat fii ahdafi suwari Qur’an, Hal : 20)

Belajar dari Kesalahan

Tugas menjadi khalifah tidaklah mudah, karena halangan dan rintangan terus menghadang. Ada kawan dan ada pula lawan. Iblis dengan berbagai cara mendatangi dari arah depan, belakang, kiri dan kanan. Ia terus berusaha menjerumuskan Nabi Adam As agar berm4ksiat kepada Allah Swt. Allah Swt berfirman :

“Lalu keduanya digelincirkan oleh set4n dari surga dan dikeluarkan dari keadaan semula.” (Qs. Al Baqarah : 36).

Ayat ini menjadi bukti bahwa kemaksiatan merupakan salah satu penyebab terjadinya pergantian kepemimpinan. Seakan-akan ayat ini berkata kepada kita :Wahai umat muhammad, kalian telah memimpin dunia selama 1300 tahun. Dan peristiwa-peristiwa tragis yang terjadi pada 100 tahun terakhir disebabkan oleh kemaksiatan kalian, sebagaimana yang pernah dialami oleh bapak kalian yang pertama, Adam As.

Akan tetapi, kesalahan yang dilakukan oleh Nabi Adam As, jauh berbeda dengan berbagai kemaksiatan besar yang dilakukan siang dan malam oleh umat ini. Oleh karena itu, belajarlah dari kesalahan umat terdahulu dan hindarilah kesalahan tersebut agar kalian dapat kembali memimpin dunia.

Setiap bani Adam pernah berbuat dos4, dan sebaik-baik orang yang berbuat dos4 adalah beristighfar dan bertaubat kepada Allah Swt.

 

Dah Baca, Jangan Lupa Komen Dan Share Ya. Terima Kasih!

Jom Like Page Kami Juga Di Facebook @SoyaLemon

 

Sumber :  an-najah.net

SoyaLemon.ORG

Apa Kata Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*