Kesederhanaan Hidup Dalam Islam

Kesederhanaan.

Sederhana ialah seimbang. Kesederhanaan yakni seimbang antara bakhil dengan royal, antara penakut dan  pemberani, antara hidup bermewah-mewah dan hidup melarat dll. Seimbang inilah merupakan sifat terpuji.

Sederhana dalam makan minum.

Makanlah di saat sudah lapar dan berhenti sebelum kenyang. Karena makan berlebihan akan menimbulkan penyakit. Sebab usus akan bekerja lebih berat sekaligus, serta menjadikn perasaan tidak enak. Daya pikir menjadi kendur. Sabda Rasulullah saw yang artinya “Kami makan waktu sudah merasa lapar. Apabila kami makan tidak terlalu kenyang”.

Berpakaian sederhana.

Berpakaian sederhana ialah memakai pakaian yang sepadan dengan keadaan sesuai dengan situasi dan kondisi. Pakaian pun memiliki tujuan yakni menutupi tubuh untuk terpelihara dari panas dingin dan juga sebagai perhiasan serta keindahan. Pakaian yang berelebihan tidak menimbulkan keindahan bahkan kadangkala menjadikan tertawaan orang. Islam mengajarkan keindahan dan kerapihan dalam berpakaian. Yang dilarang adalah bermewah-mewahan dan s0mbong. Rasulullah bersabda yang artinya “ Sesungguhnya Allah swt suka manakala ia memberi nikmat (rezeki) kepada hambanya melihat bekasnya (ia memakai nikmat dan rizki itu).

Sederhana dalam pembicaraan.

Keseederhanaan dalam pembicaraan adalah menyesuaikan pembicaraan dengan situasi dan kondisi. Berbicaralah di saat perlu. Diam di waktunya. Jangan bicara terus menerus. Rasulullah juga bersabda yang maknanya “ Siapa yang banyak bicaranya banyak salahnya. Siapa yang banyak salahnya banyak dos4nya. Siapa yang banyak dos4nya nerakalah tempatnya.”

Sederhana berbelanja.

Kesederhanaan dalam berbelanja ialah menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan. Memberikan perbelanjaan untuk rumah tangga, menyumbang kepada masyarakat dan segala macam pengeluaran. Hendaklah seimbang dengan penghasilan. Jangan berlebihan jangan pula kikir. Firman Allah swt yang artinya. “Janganlah kamu ikatkan tanganmu ke kudukmu (jangan kikir). Dan jangan pula kamu ulurkan tanganmu seluruhnya (jangan bor0s). Kikir dan boros akan menjadikan kamu sedih (menyesal).” (Q.S Al- Israa ayat 29).

Sederhana waktu bekerja dan istirahat.

Bekerja dengan rajin merupakan perintah agama. Karena dilarang membuang-buang waktu dengan percuma tanpa amal. Duduk bermalas-malasan juga di larang. Karena orang yang tidak mengisi waktunya dengan amal merugilah ia. Perlu di ketahui pula. Ketekunan bekerja tidak berarti orang harus memaksakan dirinya bekerja terus tanpa beristirahat. Maka bekerja dan istirahat harus seimbang. Karena pikiran yang sudah buntu, kepala telah pusing, badan yang semakin lemah memerlukan istirahat. Imam Ali RA, berkata: “Tenangkanlah hatimu sewaktu-waktu.” Artinya istirahatlah di mana perlu.

 

Dah Baca, Jangan Lupa Komen Dan Share Ya. Terima Kasih!

Jom Like Page Kami Juga Di Facebook @SoyaLemon

 

Sumber :  moesleme.com

SoyaLemon.ORG

Apa Kata Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*